7 Tips Kondusif Sebelum Berbelanja Online

Beberapa pertanyaan yang sering diajukan ke saya, khususnya teman-teman yang skeptis berbelanja online. Berdasarkan pengalaman saya yang hampir 80% berbelanja secara online untuk kebutuhan pakaian, gadget, dan keperluan lainnya yang terkadang susah untuk dicari di kota saya.

Tidak dipungkiri memang ada begitu banyak kasus penipuan online, seiring dengan begitu menjamurnya toko online dari mulai berjualan barang murah hingga yang berharga mahal menyerupai perhiasan. Tapi tidak semua toko online berbuat penipuan, banyak yang kredibel dan terpercaya. Ada beberapa tips untuk melihat apakah toko online itu sanggup mendapatkan amanah atau tidak, mari simak kriteria berikut:

1. Domain toko online harus .LTD menyerupai .com .net, co.id atau .id
Apa itu domain LTD? Kenapa domain toko harus .LTD? LTD atau Limited Domain ialah ekstensi domain terbatas yang berbayar. Ini memperlihatkan keseriusan dari pemilik toko online alasannya ialah domain .LTD ialah berbayar minimal per tahun. Biasanya penipu tidak akan buang-buang modal untuk membeli domain.

2. Cek Halaman Kontak
Kalau mau belanja di toko online, niscaya setiap toko online memperlihatkan nomor telpone atau pin atau email, biar sanggup dihubungi. Pilihan pertama kalau mau berbelanja nomor telpon toko online akan lebih kondusif kalau terdapat nomor telpon dari telkom, bukan hanya nomor seluler. Karena nomor telpon telkom tidak sanggup mobile, sehingga terdapat alamat yang jelas.

3. Periksa Nomor Rekening Transfer
Nomor rekening atas nama perusahaan akan lebih kredibel dan terpercaya. Saya sendiri tidak ragu-ragu untuk melaksanakan transfer kalau rekening toko online atas nama perusahaan. Karena penipu tidak akan mempunyai alamat yang terang apalagi mempunyai legalitas usaha. Mendaftarkan nama perusahaan sangat banyak syaratnya, salah satunya ialah survey lokasi. Data-data yang diharapkan harus lengkap.

4. Baca Review Pelanggan dan Googling dulu
Jangan eksklusif percaya kalau membaca review dari toko online itu. Cari acuan dari luar, contohnya dengan mengetikkan kata kunci “Keluhan Toko A” atau “Toko A Penipu” di Google, cari dan kalau menemukan pengalaman jelek orang lain berbelanja di toko tersebut, hindari belanja di toko online itu.

5. Intai dan telusuri Akun Sosmed si Toko
Akun sosial media yang aktif sangat mempunyai kegunaan sebagai info apakah Toko A kredibel dan sanggup mendapatkan amanah atau tidak. Biasanya di saya sosial media orang akan bebas berkomunikasi dengan penjual, simpulkan sendiri apakah toko online tersebut sanggup mendapatkan amanah atau tidak.

6. Perhatikan Tampilan Toko Onlinenya
Semakin baik tata letak dan navigasi toko online maka nilai kredibilitasnya semakin naik. Jika tampilan toko online awut-awutan maka terang sekali si penjual tidak serius atau bahkan mempunyai niat tidak baik. Kaprikornus kalau tampilan toko online meyakinkan sanggup menjadi salah satu nilai tambah.

7. Berbelanja di Toko Online Pihak ketiga
Tips paling terakhir kalau kau masih ragu, mencobalah berbelanja pada toko online pihak ketiga menyerupai tokopedia, bukalapak. Kenapa dipastikan aman? alasannya ialah proses pembayaran tidak eksklusif ke penjual melainkan melalui pihak ketiga tersebut. Dijamin 99% penipu tidak ada pada kategori ini alasannya ialah mereka tidak akan mendapatkan uang hingga barang benar-benar kau terima. Tetapi, kau harus baca benar-benar deskripsi barang dari penjual, sehingga tidak akan terjadi kesalahpahaman.

Demikian tips kondusif belanja online. Kalau ada teman-teman madjongke disini yang pernah mengalami pengalaman jelek berbelanja di situs online, sanggup komentar dan share yah....supaya sobat kita yang lain sanggup terhindar dari penipuan!

Tentang Penulis,
Babeh ialah seorang fulltime blogger yang membangun branding online dengan nama babeh.id. Cek goresan pena babeh yang lain ihwal Harga HP Android Terbaik dibawah 1 Juta.

Comments

Popular posts from this blog

Kata Kata Mutiara Untuk Mantan Pengkhianat

5 Dampak Jelek Terlalu Sering Sms, Bbm, Dsb Ketika Pacaran

4 Alasan Beliau Ingin Kembali Sesudah Sebelumnya Mendua