2 Arti Bekerjsama ‘Minta Maaf’ Dalam Cinta
Dalam sebuah korelasi cinta, terjadinya kesalahan baik sengaja atau tidak merupakan hal yang masuk akal dan niscaya terjadi. Dari kesalahan itu, pelaku biasanya menyatakan minta maaf atas kesalahan yang dibuat. Entah Kamu atau Dia, bila meminta maaf atas kesalahan yang sudah terjadi tentunya berharap supaya diberi maaf. Sehingga dengan begitu korelasi dapat menjadi baik kembali. Dan perasaan yang tadinya buruk, dapat menjadi hangat lagi.Tapi tahukah Kamu, bila “minta maaf ” bergotong-royong mempunyai arti lain dan itu lebih dari satu. Untuk itu, Kamu harus tahu arti dari kata “minta maaf” yang bergotong-royong supaya dapat mengambil perilaku atau keputusan yang sempurna pada akhirnya. Tentunya supaya kebaikan jangka panjang benar-benar tercipta.
Arti minta maaf yang pertama, yaitu penenang perasaan. Kaprikornus pihak yang meminta maaf, melaksanakan itu sebagai penenang pasangannya saja. Meskipun kadang tidak disadari, hal itu akan tetap terjadi. Ini berlaku bila pelaku minta maaf hanya menyampaikan kata “minta maaf” saja dan sehabis mendapat maaf, lupa bahkan tidak terpikirkan apa yang seharusnya dilakukan. Setelah pasangan merasa tenang, tidak memperlihatkan perubahan apapun bahkan tetap melaksanakan kesalahan yang mengharuskan Dia untuk meminta maaf lagi bila masih ingin menjaga korelasi yang dijalani.
Sebagai contoh, pasangan Kamu mempunyai kebiasaan gampang menjalin kedekatan dengan Orang lain dan berpotensi terjadi korelasi ibarat yang Kamu jalani ketika ini dengan Dia. Itu menciptakan Kamu sakit dan tentu sudah terperinci itu yaitu kesalahan, alasannya dapat merusak korelasi kalian. Kamu murka dan memperlihatkan eksekusi dengan mengabaikan Dia sampai berniat meninggalkannya. Dia minta maaf dan berusaha meyakinkan Kamu tidak akan mengulangi. Tapi sehabis Kamu memberinya maaf, Dia kembali bersikap biasa dan mulai menjalin kedekatan dengan Orang lagi.
Atau pola lain, Dia tidak pernah mau mendengarkan nasihat Kamu. Setelah Kamu murka Dia minta maaf. Dia minta maaf dan menyatakan berusaha untuk mulai mendengarkan Kamu. Setelah diberi maaf, Dia bersikap ibarat biasa dan ketika Kamu memperlihatkan nasihat, Dia hanya bilang “iya” tapi sikapnya tidak memperlihatkan perubahan sama sekali, Dia tetap ibarat biasanya. Jika pola ini yang terjadi, ketika Kamu melaksanakan pembiaran, Dia akan ibarat itu lagi. Saat Kamu marah, Dia akan meminta maaf lagi dan setelahnya akan kembali ibarat dulu lagi.
Arti yang kedua, yaitu arti minta maaf yang sesungguhnya. Bisa diartikan benar-benar minta maaf. Ini berlaku bila menyatakan minta maaf dan benar-benar tidak mengulangi atau bersikap ibarat sebelumnya lagi. Ini dapat ditunjukkan dengan perubahan yang memang dilakukan. Bahkan bukan hanya itu, pelaku kesalahan juga memperlihatkan kebaikan pemanis sebagai ganti atas kesalahan yang Dia lakukan sebelumnya.
Contoh saja, Dia tertangkap tangan menduakan dan tentu pada balasannya meminta maaf pada Kamu. Berusaha meyakinkan Kamu bahwa Dia tidak akan mengulangi lagi. Setelah Kamu memperlihatkan maaf, Dia memperlihatkan perilaku yang lebih baik sebagai penebusan dosa. Misalnya saja dengan lebih memperhatikan Kamu, lebih mendengarkan apa yang Kamu sarankan, memperlihatkan sesuatu yang dapat menciptakan Kamu senang, dan tindakan positif lain yang dapat menciptakan Kamu merasa bahagia atau setidaknya merasa tenang. Setelahnya, Dia tidak mengulangi perbuatannya untuk menduakan dengan siapapun. Kaprikornus untuk arti yang satu ini, gres dapat dinamakan minta maaf yang sebenarnya. Bukan hanya dengan kata, tapi juga tindakan konkret dan perubahan yang lebih baik.
Comments
Post a Comment